"Dulu awal bulan itu hari yang paling saya takuti. Sekarang tidak lagi. Semua berjalan sendiri dan saya bisa fokus ke kualitas pengajaran."
— Dewi Rahayu, Manajer Operasional, Lembaga Kursus Pintar Bersama
Lembaga Kursus Pintar Bersama memiliki 3 cabang di Yogyakarta dan 1 di Solo, dengan program kursus bahasa Inggris, Mandarin, dan komputer. Mereka mengandalkan 12 pengajar tetap dan 8 pengajar mitra paruh waktu. Dengan jadwal kelas yang berganti setiap bulan dan ratusan siswa aktif, koordinasi adalah sumber stres terbesar bagi manajer operasional mereka.
Setiap awal bulan adalah chaos. Jadwal pengajar dibuat manual di spreadsheet, lalu dibagikan via WhatsApp ke masing-masing pengajar. Perubahan mendadak — pengajar sakit, siswa minta reschedule, ruangan double-booking — harus dikomunikasikan ulang satu per satu. Tagihan SPP siswa direkap manual oleh admin tiap cabang dan dilaporkan via email ke pusat. Tidak jarang ada siswa yang menunggak berbulan-bulan tanpa diketahui karena data tidak sinkron antar cabang.
Manajer Operasional mereka, Dewi Rahayu, mencari solusi setelah kejadian memalukan: dua pengajar datang ke kelas yang sama di waktu yang sama karena koordinasi jadwal yang kacau. Ia menemukan Viscollab lewat rekomendasi di grup komunitas pengelola kursus di Facebook. Yang membuatnya yakin adalah kemampuan platform untuk mengelola banyak proyek (cabang) sekaligus dengan satu akun, dengan harga flat yang jauh lebih hemat dibanding solusi internasional.
Setiap cabang dijadikan satu 'proyek' di Viscollab. Jadwal pengajar dibuat sebagai tugas berulang dengan penugasan jelas. Pengajar mitra mendapat akses terbatas — mereka hanya bisa melihat jadwal dan tugas mereka sendiri. Tagihan dan invoice dibuat dari platform dan dikirim ke orang tua siswa via email. Laporan keuangan per cabang bisa direkap dalam hitungan menit dari satu dashboard.
Baca Juga
Bergabunglah dengan ribuan tim Indonesia yang sudah merasakan bedanya.
Coba Gratis Chat WhatsApp