"Viscollab bukan untuk dokter atau perawat — tapi untuk bagian operasional klinik yang selama ini tidak terlihat tapi sangat penting."
— dr. Santi Wulandari, Kepala Klinik, Klinik Sehat Bersama
Klinik Sehat Bersama adalah klinik swasta yang melayani pasien umum, gigi, dan laboratorium di Depok. Dengan 4 dokter, 6 perawat, dan tim administrasi, mereka melayani rata-rata 80-120 pasien per hari. Di luar layanan medis, ada satu bagian yang selalu berantakan: manajemen vendor dan pengadaan alat/obat, serta koordinasi antar departemen untuk proyek operasional.
Sistem pengadaan mereka bergantung pada catatan manual apoteker dan ingatan kepala klinik. Beberapa kali terjadi kasus kritis: obat tertentu habis di hari yang ramai, atau alat medis rusak tapi permintaan perbaikannya 'tenggelam' di WhatsApp dan tidak ditindaklanjuti. Selain itu, koordinasi proyek internal seperti renovasi ruangan, pelatihan staf, dan akreditasi klinik sering kacau karena tidak ada sistem tugas yang jelas.
Kepala Klinik, dr. Santi Wulandari, menemukan Viscollab saat mencari platform manajemen proyek yang bisa digunakan untuk persiapan akreditasi KARS. Ia awalnya hanya ingin alat untuk mengelola checklist akreditasi, tapi kemudian menyadari bahwa platform ini bisa menyelesaikan lebih banyak masalah operasional sekaligus — termasuk pengadaan vendor dan koordinasi staf.
Tim administrasi membuat proyek 'Pengadaan Rutin' dengan tugas berulang untuk setiap jenis pengadaan. Stok menipis langsung dicatat sebagai tugas dengan prioritas tinggi dan assigned ke apoteker dan purchasing. Vendor utama dimasukkan ke CRM sehingga riwayat pesanan dan kontrak bisa dilacak. Proyek akreditasi dibuat dengan checklist ratusan item yang dibagi per departemen — setiap kepala departemen bertanggung jawab atas bagiannya.
Baca Juga
Bergabunglah dengan ribuan tim Indonesia yang sudah merasakan bedanya.
Coba Gratis Chat WhatsApp